Batch 1 untuk Prodi Hut - UNDANA
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
48 anak saat itu memutuskan untuk
melanjutkan proses belajarnya disini, disalah satu dari 4 Prodi baru yang
dibuka oleh UNDANA (Univ. Nusa Cendana) tahun 2014 lalu, salah satu Univ. Negeri
di Ibukota Provinsi NTT ini. Kenapa Kehutanan? Entahlah.. semuanya dimulai dari
kata ‘Mungkin’, ‘Mungkin’ karena ini baru jadi pasti cepat dapat kerja, ‘Mungkin’
karena kedepan dunia berbicara tentang hutan, ‘Mungkin’ karena NTT butuh orang
untuk mengerti akan hutannya NTT, bahkan.. ‘Mungkin’ karena tidak ada pilihan
lain a.k.a Tersesat, atau bahkan ‘Mungkin’ karena ini jalan Takdir untuk ke 48
anak itu... ‘Mungkin’.
Perjalanan 48 anak ini, dimulai
dengan PKKBMB (Perkenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru) kami masih
terpencar saat itu, belum mengenal satu sama lain karena kelas kami berbeda dan
karena bergabung bersama mahasiswa dari Prodi Agroteknologi dan Prodi
Agribisnis dibawahnya Fakultas Pertanian. Selain PKKBMB, ada beberapa kegiatan
lagi untuk kami selaku mahasiswa baru, dari fakultas sendiri sampai dari
senior-senior yang salah satunya termasuk ajang untuk mencari kesempatan dalam
kesempitan, sebenarnya bukan hanya senior saja, tetapi antar mahasiswa barupun
mulai mencari sasarannya masing-masing ;).
Lupakan masalah percintaan awal
para mahasiswa baru, lanjutlah kita kemasa dimana pada akhirnya kami 48 anak
ini bertemu di gedung yang akhirnya menjadi tempat kami untuk saling mengenal,
belajar, berdebat, dsbnya.. Saat itu siang menjelang sore, kami diminta untuk
ke gedung kami yang ternyata adalah Lab. untuk prodi lain di FAPERTA ini, kami
diminta untuk membersihkan gedung dan ruangan tersebut yang penuh dengan sarang
laba-laba, debu, dsb.nya karena sudah lama tidak terpakai. Kalian tahulah bagaimana manusia yang baru tamat SMA dan bertemu orang baru, tidak begitu
dekat alias JAIM (Jaga Image) satu sama lain, semua dengan kumpulannya masing-masing yang
menjadi dekat karena berada dalam satu ruangan saat PKKBMB.
Semua kegiatan dilalui dengan
baik oleh 48 anak ini, saking baiknya sampai ada beberapa anak yang memutuskan
untuk tidak mengikuti kegiatan kemahasiswaan yang dibentuk oleh senior-senior
karena berbagai alasan :D. Masa pengenalan yang paling akhir adalah, diruangan
yang sudah kami bersihkan itu, kamipun bertemu dengan beberapa Dosen kami, Para
Sarjana Kehutanan tamatan dari Universitas-Universitas hebat di Negara ini.
Saat itu terdapat 3 Dosen yang memperkenalkan diri kepada kami, dan sebagai
awalnya kamipun diajarkan MARS RIMBAWAN yang akhirnya kamipun lupa liriknya..
:D
Perkuliahanpun dimulai, tahukan
bagaimana rasanya menjadi seorang Mahasiswa.. Senang, yah.. harus diakui bahwa
saat kau memasuki gerbang “Mbi Kotin Mafeinekan” kau sadar bahwa engkau bukan
lagi anak SMA, kau adalah seorang Mahasiswa Kehutanan, yang saat awal semester
semua masih segar, fresh, dan berlomba-lomba untuk datang paling duluan biar
bisa dapat tempat duduk di depan dan menulis diatas sebuah buku yang dikenal
dengan sebutan “BINDER” biar berasa kayak anak kuliah, entah kenapa.. saat kau
pakai Binder berarti engkau adalah anak Kuliah.. :D.
Bangku paling depan selalu penuh,
bahkan rata-rata yang duduk adalah para anak laki-laki yang dengan kemeja,
jeans, sepatu barunya dan dengan rambut yang dipotong sependek mungkin untuk
mematuhi aturan senior yang katanya Senior tidak pernah Salah. Perkuliahan diawal
semester menyenangkan.. semua selalu datang tepat waktu, lengkap 48 anak yang
mungkin masih bahagia menggunakan pakaian bebas, rapi, sopan ke tempat yang
disebut Kampus.
Kami mulai saling mengenal satu
sama lain, memahami karakter setiap anak, sikap, tingkah laku, dan akhirnya
kami menyadari bahwa kuliah mulai sedikit tidak enak, banyak tugas, banyak
bahasa latin pohon yang harus kau hafal, banyak presentasi-presentasi kelompok
yang saat masih awal semua anak bekerja sama dengan baik, sampai pada tahap
kejenuhan mulai datang dan beberapa anak memutuskan untuk mulai berjalan
pelan-pelan, entah kenapa.. tapi itu tadi semua punya takdirnya masing-masing,
Slogan saat semester akhir adalah “Kalian boleh masuk sama-sama, TAPI tidak
dengan keluar”... dan saat dimana kau dinyatakan LULUS menjadi SARJANA barulah
kau menyadari arti dari kalimat itu.
48 anak berkurang menjadi 47
anak, kami akhirnya harus melepaskan 1 anak perempuan yang mulai kelihatan
jalannya pelan sekali, 1 pelajaran yang dipetik adalah Pintar-pintarlah
beradaptasi dengan lingkungan dimana engkau berada. Kehilangan 1 orang, para
Dosen kami yang baik hati masih berupaya untuk menyelamatkan dia agar dapat
berjalan bersama kami, tetapi kita tidak akan bisa memaksakan seseorang yang bahkan
untuk merangkakpun dia tak mau.
Menjadi mahasiswa kehutanan,
berarti tidak selalu di dalam ruangan kami butuh mempraktekkan ilmu dan ajaran
dari Dosen kami yaitu PRAKTIKUM, untuk Praktikum dibutuhkan biaya, awal-awal
masih merasa bisalah ditanggung sendiri-sendiri, ternyata praktikum hampir
setiap saat artinya pengeluaran kami semakin banyak, kamipun bersepakat untuk
mencari dana, modal awal kami adalah kalau tidak salah kami mengumpulkan iuran
perorang Rp 1.000, setiap harinya, gampang? Ia.. gampang, hahaha.. gampang karena
masih awal-awal, semakin kesini, semakin sedikit yang kumpul :D sampai pada
titik jenuh tidak ada lagi yang mau kumpul. Dengan uang itu, kami memulai
pencarian dana kami, pencarian pertama adalah dengan BURJO a.k.a Bubur Kacang
Ijo (Serius, Favoritnya para pencari dana), tidak hanya burjo, kami juga pernah
menjual Pisang Gepeng (rasanya warbyasah bikin yang mau makan tidak jadi makan
:D), Nasi Kuning (dijual saat ada SBMPTN), puding, es buah, es jasjus, bahkan
menjual jasapun hampir kami lalui :D, demi LOIT. Hasil dari pencarian dana tersebut kami gunakan
untuk transportasi praktek dan membeli lauk pauk saat praktikum, untuk seragam
kami, untuk kebutuhan kami saat skripsi, untuk kebutuhan mendadak lainnya.
Mahasiswa Kehutanan identik
dengan hutan, artinya kami sering pergi praktek di hutan, uniknya adalah dari
47 anak ini sudah dilengkapi dengan anak-anak yang baik dibidangnya
masing-masing, salah satu bidang disini adalah bidang permasakan, akhirnya
untuk urusan makan kami selalu mempercayakan kepada anak-anak yang memang bisa
menangani bidang itu, jadi demi menghemat pengeluaran beberapa hari sebelum
Praktikum kami mengumpulkan beras, per anak 1 mok untuk dikumpulkan. Dan 47
anak ini dengan senang hati mengumpulkan beras-berasnya. Praktikum sama dengan
jalan-jalan, jalan-jalan tidak lengkap kalau tidak ada foto, dan dari 47 anak
ini ada salah satu yang berada di bidang perfotoan dia yang dengan sukarela
bersedia memberikan kameranya untuk memotret ke 46 anak itu. Demikian ke 47
anak itu menjalani masa praktikum yang akan menggila saat menyusun laporan. :D
Berjalannya waktu 47 anak menjadi
46 anak, lagi-lagi kami harus melepaskan 1 anak perempuan untuk membersamai
takdirnya. 46 anak yang akhirnya bersepakat untuk saling mendukung demi S.Hut.
Berjalannya waktu kami mendapatkan 2 tambahan laki-laki yang sudah bekerja
ternyata. Akhirnya takdir kembali menggenapi formasi awal kami mejadi 48 anak
(lagi).
Bisa dijamin, pasti kedua Bapak-Bapak itu shock dengan kami yang otaknya agak lain dari
manusia diluar sana :D.
Berjalannya waktu, kami sampai
dipenghujung jalan.. jalan yang menjadi akhir dari 48 anak itu. Kau tau? Masa tersulit
adalah saat dimana kau melihat temanmu yang dulu biasanya bersama akhirnya
berjuang sendiri untuk hidupnya sendiri, untuk kelulusan.. karena kelulusan
adalah tergantung keseriusanmu sendiri bukan bersama, kalian boleh bersama tapi
selalu disiapkan 1 pintu hanya untuk 1 orang bukan beberapa orang. Semester akhir
adalah semester dimana anak-anak itu sibuk dengan dirinya sendiri, hidup mulai
kacau, penampilan bukan lagi segala-galanya, lipstik dan bedak yang dulu tebal –
abaikan, rambut yang selalu tertata rapi – abaikan, yang selalu menggunakan
kemeja kekampus – beralih ke kaos dan jaket, pokoke tidak ada model..
Seiring waktu, 48 anak yang
sekiranya sudah kembali lengkap ini, lagi-lagi harus merelakan 1 anak laki-laki
untuk kembali mengikuti takdirnya lagi, yah.. formasi kami akhirnya menjadi 47
anak yang memutuskan untuk menyelesaikan apa yang sudah kami awali, sebagai
salah satu bentuk tanggung jawab kami kepada kedua orangtua yang telah mempercayai
kami, bahwa kami bisa menamatkan sekali lagi pendidikan formal di Negara ini.
Berjalan sendiri bagi kami
bukanlah benar-benar sendiri, kami masih mempunyai harapan untuk KITA harus
bisa wisuda sama-sama, karena kita masuk sama-sama setidaknya kita juga harus
kelaur sama-sama TAPI sekali lagi hal kalimat itu tidak gampang. Beberapa
anak.... berlari dengan sangat cepat, beberapa cepat, beberapa sedang saja,
beberapa biasa saja, beberapa cukup berjalan, beberapa terseok-seok, beberapa
berusaha merangkak, dan beberapa memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa, itu
wajar terjadi di kehidupan ini. Bahkan 2 anak dari 47 anak ada yang berusaha
memecahkan telur untuk prodi kami agar bisa menjadi lulusan pertama dari
angkatan pertama prodi ini, yah.. 2 teman laki-laki kami.. akhirnya diwisudakan
duluan.. Bahagia? Pastinya, Bangga? Jangan ditanyakan karena salah satunya
menjadi lulusan terbaik.. Sedih? Tentu saja, sedih yang disebabkan 2 hal, pertama
karena mereka akhirnya berani memutuskan untuk melangkah ke jenjang
selanjutnya, HIDUP BARU, dan sedih karena pertanyaan “KAPAN NYUSUL?” hahahaha..
hei... tidak semua bunga mekar disaat yang sama kan? Walaupun ditanam pada
tanah yang sama, tetapi detik saat menaruh benihnya saja berbeda, jadi semua
orang punya WAKTUnya masing-masing.
45 anak tersisa, berusaha
menyelesaikan proposal penelitian, hasil penelitian, untuk dapat disidangkan
dan melanjutkan ke Ruang Persidangan Skripsi saat dimana kau harus
mempertanggung jawabkan judul dan hasil penelitianmu didepan mereka yang
membantumu selama 4 tahun di dunia perkuliahan. Dari 46 anak yang sedang
berjuang menuntaskan masa ini, akhirnya Prodi Kehutanan kembali memberikan
dengan senang hati 21 anak untuk dilepaskan ke dunia yang sebenarnya. 21 anak
dilepas dan ditempeli dengan sebuah nama lagi yang lebih dikenal dengan gelar
sebagai apresiasi atas apa yang sudah ia berikan 'sedikit' untuk dunia kehutanan ini
yaitu Gelar S.Hut...
Angkatan pertama ini akhirnya
tersisa 24 anak yang masih berjuang lagi untuk bisa menyusul teman-temannya
yang sudah selesai. Berjalannya waktu beberapa bulan kemudian diawal tahun 2019, 16
anak kembali diberikan gelar S.Hut. Artinya? Semakin banyak anak yang
dimendapatkan gelar S.Hut dari UNDANA di NTT ini, selain itu juga akhirnya dari
47 anak tersisa 8 anak yang sedang berjuang sehingga bisa mendapatkan juga
S.Hut ini...
❤to be continued, akan ada
pesan selanjutnya
diranting berikutnya
UNTUK TEMAN-TEMANKU 8 ORANG..
“SEMANGAT MENJALANI SEMESTER AKHIR, INGATLAH BAHWA PERJALANAN PELANpun
ADALAH SEBUAH PERJALANAN, JANGAN BANDINGKAN DIRIMU DENGAN SIAPAPUN KARENA
SETIAP ORANG MEMPUNYAI WAKTUNYA MASING-MASING”
kenapa ini? Karena disini formasi kita sedikit lengkap
kenapa ini? Karena disini formasi kita sedikit lengkap



Aawww. Diriku baru selesai baca.
BalasHapusKeren, well done, n haru..
Salam forester ☘️ gaya bahasa ini! Selalu kuingat xoxo
ππππππππ€π€π€
BalasHapuskeren.. bikin mau nangis..
BalasHapusdan termotivasi ππ
terharu bacanyaπ’π’
BalasHapusthanks yg sudah curahkan semuanya disiniπ
Mksh nona EBLO buat motivasinya π. Doakan kami untuk segera menyusul.
BalasHapusBetewe, b terharu waktu baca. Lu ingat semua yg ktng jalani dari awal. But, Praktikum pertama kita kalau sond slah di TAHURA dan waktu itu makan siangnya di tempat ziarah Oebelo π
KEHUTANAN TERBAIK
BalasHapusRasa terharu iya... bahkan mau mngis pada saat baca ini... π’π’
BalasHapusSu cerita smua dri awal msuk smpe skrg bhkan yang msih berjuang semngatt πͺπͺπ..
Salam untuk kita semua angkatan 14 FAPERTA. TYM
BalasHapusKehutanan terbaik,
BalasHapusSalam Rimbawan
Salam rimbawan kk alumni,,sang pembuka jalan untuk kami adik"mu ini
BalasHapusKalo bisa nyanyi lagi Mars Rimbawan ππ
BalasHapusAsli terharu parah na.. semua benar2 su tertera di atas. Dn smua 48 anak pasti snagt merasakan.πππππ
BalasHapusKEHUTANAN TERBAIK.ππ
Hormat Senior#
BalasHapusSa Rindu ka echa pu senyum.
Kapan dtng ke prodi, berbagi senyum, cerita, dn pengalaman.
ada bnyak yg harus di bagikan ke kakaπ’π’π’π’π’π’
Mantap
BalasHapus